Minggu, 06 Juli 2014

Makalah : Perekonomian Dunia

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemerintah adalah sebagai kepala suatu perekonomian yang mengatur dan menjalankan perekonomian di Indonesia. Tentu saja dalam mengaturnya pemerintah mengalami kesulitan dimana untuk mencapai tujuan yang memuaskan.
Salah satu kesulitan yang terus menerus mendapat perhatian pemerintah adalah masalah inflasi. Tujuan jangka panjang pemerintah adalah menjaga agar tingkat inflasi yang berlaku berada pada tingkat yang sangat rendah. Tingkat inflasi nol persen bukanlah tujuan utama kebijakan pemerintah karena ia adalah sukar untuk dicapai. Yang paling penting untuk diusahakan adalah menjaga agar tingkat inflasi tetap rendah.
Adakalanya tingkat inflasi meningkat dengan tiba-tiba atau wujud sebagai akibat suatu peristiwa tertentu yang berlaku di luar ekspektasi pemerintah yang sangat besar atau ketidakstabilan politik. Menghadapi masalah inflasi yang bertambah cepat ini pemerintah akan menyusun langkah-langkah yang bertujuan agar kestabilan harga-harga dapat diwujudkan kembali.
Ekonomi dunia atau ekonomi global secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional – yaitu ekonom masyarakat setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global. Ekonomi dunia dapat dievaluasi dengan berbagai cara. Misalnya, tergantung model yang dipakai, penilaian yang dipakai dapat direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu, misalnya dolar AS tahun 2006 atau euro tahun 2005.
Ekonomi dunia tidak terpisahkan dari geografi dan ekologi Bumi, sehingga menjadi salah paham karena seharusnya tidak mencakup pertimbangan sumber daya atau nilai apapun di luar Bumi meski definisi dan representasi "ekonomi dunia" bermacam-macam. Misalnya, ketika ada upaya yang bisa dilakukan untuk menghitung nilai kesempatan daerah tambang yang belum terjamah di teritori yang belum diklaim di Antarktika, kesempatan yang sama di Mars tidak bisa dianggap sebagai bagian dari ekonomi dunia—bahkan jika saat ini dieksploitasi dengan cara-cara tertentu—dan dapat dianggap sebagai nilai laten saja sebagaimana properti intelektual yang belum tercipta, seperti penemuan yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Jauh dari standar minimum nilai produksi, pemakaian, dan tukar di planet Bumi, definisi, representasi, model, dan penilaian ekonomi dunia beragam bentuknya.
Wajar saja membatasi pertanyaan tentang ekonomi dunia secara eksklusif hingga aktivitas ekonomi manusia saja, dan ekonomi dunia sering diukur secara moneter, bahkan dalam beberapa hal yang tidak memiliki pasar efisien untuk membantu menilai barang atau jasa tertentu, atau beberapa hal yang memiliki sedikit penelitian independen atau kerjasama pemerintah membuat pengukuran sulit dilakukan. Contoh yang umum adalah obat-obatan ilegal dan barang selundupan, yang dalam standar apapun termasuk bagian dari ekonomi dunia, namun tidak ada definisi pasar legal semacam itu.
Akan tetapi, bahkan dalam beberapa hal yang memiliki pasar yang jelas dan efisien untuk menetapkan nilai moneter, para ekonom jarang memakai nilai tukar saat ini atau resmi untuk menerjemahkan satuan moneter pasar ini menjadi satuan tunggal untuk ekonomi dunia, sejak nilai tukar cenderung tidak merefleksikan nilai dunia, misalnya dalam beberapa hal ketika volume atau harga transaksi diatur oleh pemerintah.

B. Rumusan Masalah
1. Seperti apa penguasa perekonomian dunia saat ini?
2. Bagaimana sistem perekomonian dunia?
3. Bagaimana sistem perekonomian Indonesia?
4. Seperti apa para pelaku sistem perekonomian Indonesia?



BAB II
MASALAH

A. Penguasa Perekomonian Dunia Saat Ini
Sistem perbankan dan keuangan dunia saat ini dikuasai oleh 13 dinasti keluarga terkaya dan paling berkuasa didunia. 13 dinasti keluarga tersebut memiliki keturunan darah iluminati. Dari gambar pyramida juga dijelaskan bahwa pengusa tersebut diantaranya IMF, World Bank, Central Banks dengan kebijakan tax revenue dan interest revenue, dan Bank International Settlemant. Tujuan utama dari mereka adalah menjadi penguasa dunia dengan cara menjerat orang-orang didunia dengan hutang hingga akhirnya mereka menjadi “Debt Slave” atau budak hutang.
Pada saat deklarasi kemerdekaan Amerika, Raja George III dari Inggris menetapkan bahwa seluruh rakyat Amerika harus membayar tagihan, uang yang dipinjam, serta hutang dari kongres. Dari pernyataan tersebut, dapat memberikan gambaran bahwa bagaimana kerjasama Inggris dan Amerika dalam pembiayan revolusi masa kemerdekaan Amerika. Dan hingga saat ini Amerika masih membayar hutangnya kepada Inggris melalui IRS. Pecahnya perang revolusi di Amerika disebabkan oleh pelarangan sistem mata uang independen yang bebas bunga yang dicetak dan digunakan oleh koloni. Sehingga memaksa negara koloni untuk meminjam uang dari bank sentral Inggris yang dikenai bunga. Sistem inilah yang kemudian diadopsi oleh Amerika.
Bank sentral tidaknya hanya bertugas untuk mengeluarkan uang ke masyarakat, namun juga memberikan pinjaman kepada pemerintah dan tetnu dengan bunga. Uang yang dicetak oleh bank sentral akan ditambahkan hutang dari setiap pencetakannya. Sehingga para pendiri negara Amerika pada akhirnya sempat menutup bank sentral tersebut. Namun, dengan berbagai cara yang dilakukan oleh penguasa bisnis seperti Rockefeller, Morgans, Rothschild, dan Warbrungs akhirnya bank sentral kembali berdiri dan tentu dengan dibantu oleh konspirasi didalamnya.
Kepada publik dikatakan bahwa Federal Reserve merupakan sebuah alat pengatur kestabilan ekonomi. Namun, faktanya para bankir internasional menjadikan Fed sebagai mesin pengeruk uang, dimana mereka memberikan pinjaman kepada masyarakat sehingga banyak diantara bank-bank peminjam yang akhirnya mengalami kebangkrutan. Selain itu, bank sentral juga menbuat sebuah sistem peminjaman yang baru yang disebut “pinjaman margin”. Namun, sistem peminjaman tersebut hanya sebuah strategi yang dijalankan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan banyak, sehingga justru membuat kekacauan dalam perekonomian masyarakat.
Selanjutnya setelah membuat masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan, para bankir juga ingin menghapus sistem penggunaan standar emas. Sekali lagi, mereka segera membuat kebijakan dengan membuat peraturan agar menyerahkan emas yang ada di masyarakat kepada bank. Sehingga sistem uang yang selama ini dinilai dari emas, sekarang hanya dinilai dari jumlah uang yang beredar. Selain itu, dalam sebuah acara stasiun TV, secara terang-terangan menyatakan bahwa Fed tidak berada dibawah presiden, kongres, ataupun hukum yang terkait. Hal ini membuktikan bahwa negara telah dikuasai sepenuhnya oleh Fed. Kebijakan kontroversial lainnya yang dilakukan oleh Amerika adalah memberikan pajak pendapatan federal, yang artinya setiap pendapatan yang diterima oleh warga harus dikenakan pajak. Hal ini merupakan sebagai bentuk perbudakan terhadap rakyat Amerika sendiri.
Kontrol perekonomian oleh Fed lainnya adalah kontrol melalui Perang. Setidaknya terdapat 3 perang paling hebat didunia yang menjadi ladang uang bagi para bankir Fed. Ketiga perang tersebut adalah Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam. Para bankir sangat menyukai perang karena penghasilan uang yang didapat bisa berlipat-lipat ganda. Dari semua perang yang terjadi, dipastikan terdapat konspirasi didalamnya yang sebenarnya dilakukan secara sengaja oleh kelompok-kelompok elit tertentu agar memulai peperangan. Sehingga dengan terjadinya perang, maka supply uang ke negara-negara yang sedang bertikai, baik pemerintah Amerika maupun pihak musuh, akan mengalir deras dan dikeluarkan oleh Fed beserta bunganya,
Kelompok-kelompok yang menguasai dunia tidak hanya melakukan aksinya di Amerika. Secara tidak sadar, negara-negara didunia telah didoktrin agar mengikuti pola hidup yang dijalankan oleh para penguasa dunia. Tujuan utama dari para penguasa dunia adalah menyatukan negara-negara didunia menjadi sebuah satu negara didunia. Pada tahun 2005, Amerika Serikat membuat sebuah perjanjian dengan Kanada dan Meksiko untuk membentuk sebuah persekutuan yang disebut North American Union. Sekali lagi, sistem tersebut dibentuk tanpa mempertimbangkan pendapat dari masyarakat dan kongres di Amerika. Dimana, inti dari pembentukan tersebut adalah menghilangkan batas kedaulatan dari setiap negara dan menyatukan sistem mata uang yang disebut Amero.
Sistem tersebut merupakan sebuah awal dari strategi penguasa dunia untuk mempersatukan dunia dibawah pengaruh mereka. Sistem tersebut sudah digunakan oleh Eropa dengan sistem Uni Eropa. Kedepan, pengaruh sistem tersebut ternyata juga akan disebarkan kesulurh dunia seperti pembentukan Uni Amerika, Uni Eropa, Uni Afrika, dan Uni Asia. Dengan jalan tersebut, mereka pada akhirnya dapat menguasai dunia dengan sistem satu negara didunia. Hal ini dilakukan dengan kerjasama dari berbagai pihak termasuk pemberitaan di media massa. Selain itu, tujuan akhir dari segalanya adalah pemasangan RFID chip bagi seluruh penduduk didunia. Alat tersebut dijadikan kontrol bagi seluruh penduduk yang nantinya akan ditanamkan berupa chip kedalam tubuh manusia. Sehingga jika tujuan tersebut telah tercapai, maka seluruh penduduk didunia akan menjadi budak bagi para penguasa dunia.
Dengan demikian, dari review yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi didunia saat ini telah dirusak oleh pihak-pihak yang menguasai dunia. Pihak tersebut menginginkan penguasaam atas dunia yang akhirnya menjadikan seluruh negara disatukan menjadi satu. Terlepas dari pernyataan tersebut, dalam realitanya ternyata sistem tersebut telah terjadi secara perlahan. Sebuah strategi untuk mempersatukan negara-negara dunia dapat dilihat dari bentuk-bentuk forum kerjasama antara negara seperti WTO, PBB, Uni Eropa, dan lain-lain. Bahkan di Asia Tenggara sendiri dapat dilihat dengan pembentukan forum ASEAN Community 2015. Dari keseluruhan fakta yang telah diungkapkan dalam video tersebut mengingatkan kita bahwa penguasa ekonomi maupun dunia saat ini telah memberikan pengaruh yang banyak bagi perkembangan dunia dari zaman dulu hingga sampai sekarang.

B. Sistem Perekonomian Dunia
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk menempatkan atau menggunakan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.
Berikut 3 contoh negara yang telah saya analisis mengenai sistem perekonomian yang diterapkan nya .
1.Amerika
            Amerika pada saat ini menerapkan sistem ekonomi Liberal.Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam Smithatau French Physiocrats.
Liberal yang dianut Amerika adalah dengan menekankan kerja sama serta kolaborasi timbal balik dan usaha individu.Di Amerika setiap individu diharapkan mampu bekerja sama,menciptakan peluang baru dalam perekonomian di negara mereka.
Ekonomi di Amerika menjadi acuan ekonomi negara-negara lain,baik negara maju maupun berkembang.Hal ini ditunjukan oleh mata uang Amerika yaitu dolar yang posisinya meningkat atau lebih tinggi dari mata uang negara lain.
Akan tetapi untuk saat ini Amerika sedang mengalami krisis ekonomi tanpa kita sadari.Ini bermula pada saat Amerika membombardir Irak habis-habisan,akibatnya APBN di Amerika tergilas.Sektor perumahan atau bisnis properti ,lembaga keuangan ikut hancur.Kegagalan-kegagalan ini menjalar ke seluruh bidang kehidupan di Amerika.Banyaknya pengganguran dan kriminalitas.banyak anak-anak terlantar.Bahkan Negara lain pun terkena dampak dari krisis di Amerika ini.

2.Rusia
            Rusia seperti Cina, telah melakukan perubahan sistem ekonomi,dari sistem ekonomi terpusat menjadi sistem ekonomi berbasis pasar.Proses perubahan ini terjadi sejak tahun 2000. Rusia sangat selektif dalam memaknai nilai-nilai kapitalisme ke dalam proses reformasi yang sedang dijalankan.Karena jika salah langkah dalam penerapan system akan berdampak buruk bagi perekonomian Rusia sendiri.
                Dalam menghadapi krisis globalisasi ekonomi saat ini,Rusia berusaha agar tidak terjebak dalam kondisi saat ini. Rusia tidak ingin menanggung konsekuensi dari globalisasi ekonomi yang menimbulkan instabilitas,meskipun Rusia tetap mengikutinya.Rusia memiliki kemandirian dalam menyusun konsep globalisasi yang disesuaikan dengan karakteristik politik dan ekonominya. Rusia memiliki tekad untuk membangun  perokonomian yang kokoh agar dapat bertahan dalam menghadapi arus kompetisi ekonomi yang semakin ketat yang terjadi di era globalisasi.
3. Vietnam
          Vietnam merupakan salah 1 negara yang menganut sistem ekonomi Sosialis. Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
            Ideal pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Vietnam Ekonomi pasar telah membawa suatu perubahan dalam kualifikasi sumber daya manusia di Vietnam terutama dalam perdagangan dan profesi yang lebih bermutu.
            Dalam sektor industry tahun 2000 Pemerintah Vietnam melaksanakan berbagai langkah dengan mendukung produksi terutama industri yang memiliki keunggulan bersaing, seperti minyak mentah, garmen, dan sepatu kulit. Langkah-langkah pendukungnya termasuk subsidi atas bunga pinjaman, pengecualian atau pengurangan bea masuk impor, pajak pertambahan nilai (VAT), dan asistensi pemerintah dalam pemasaran secara periodik (bulanan atau triwulanan). Bagi pebisnis Indonesia, ada beberapa produk utama Vietnam yang patut dikenali dan dicermati. Produk-produk itu di antaranya garmen dan tekstil, barang elektronika, sepatu, produk air kemasan, beras, kopi, karet, batu bara, minyak mentah, tembaga, kertas, jenis paper board, dan sebagainya. Produk di atas menjadi saingan dalam ekspor, patut diteliti dari mutu, harga, penyerahan dan pelayanan purnajual).
            Prioritas utama pemerintah Vietnam adalah pertumbuhan ekonomi. Dengan menyadari realita kebutuhan akan pertumbuhan, ternyata model pertumbuhan yang didorong ekspor negara industri baru Asia yang berhasil mempunyai daya tarik dan kenaikan ekspor serta arus modal asing dalam tahun-tahun belakangan ini, menumbuhkan optimisme bagi berbagai kalangan pembuat kebijakan dan bisnis. Mereka menganggap bantuan luar negeri dan investasi sebagai dorongan yang menentukan pada take off , dan karena itu industri yang berorientasi pada ekspor diberi prioritas utama.

C. Sistem Perekonomian Indonesia
1. Sistem ekonomi orde baru zaman Soeharto
            Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru dan perhatian lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan sistem ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebelum rencana pembangunan melalui repelita dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemulihan stabilitas ekonomi, sosial, politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Pemerintah juga menyusun repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia. Dampak repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi.
2. Sistem ekonomi setelah orde baru
Bangsa Indonesia setelah orde baru mengalami suatu kondisi yang sangat mendukung untuk mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sangat diinginkan rakyat.Awal orde baru di awali dengan masa-masa rehabilitasi,perbaikan hampir di seluruh sektor kehidupan.
Pemerintahaan Orde Baru juga  menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadwalan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Tercatat bahwa :
Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650%v
Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120%v
Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85%v
Tingkat inflasi tahun 1969 sebesar 9,9%v
Tahun 1970-an harga minyak bumi meningkat dan menyebabkan melonjaknya nilai ekspor.Tahun 1968 sampai 1981 tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7%.
Setelah orde baru berlangsung selama beberapa tahun yang dipimpin oleh Presiden Soeharto dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Presiden Soekarno pada akhir masa jabatannya.
Pemerintahan orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto berlangsung sangat lama.Awalnya pemerintahan ini sangat di senangi oleh rakyat karena kesejahteraan rakyat meningkat,namun pada akhirnya saat tahun 1998 rakyat Indonesia mengadakan unjuk rasa dan tindakan-tindakan anarkis agar Presiden Soeharto turun dari jabatannya.
Gemelut sistem perekonomian di Indonesia terjadi saat pemerintahan Ibu Megawati.Harga minyak naik dan akibatnya minyak susah ditemukan.Gemelut itu pun terus berlangsung sampai saat pemerintahan Bapak SBY.Bukan hanya harga minyak yang naik,tetapi harga BBM dan bahan-bahan pokok ikut naik.Akibatnya banyak rakyat miskin di Indonesia.

D. Para Pelaku Sistem Perekonomian Indonesia
Salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah pendapatan nasional. Menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi (GDP).
GDP (Gross Domestic Product) atau Produksi Dometik Bruto adalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh semua pelaku / sektor ekonomi di wilayah Indonesia, dalam kurun waktu tertentu.
Yang perlu diingat dalam perhitungan tersebut, jangan sampai terjadi perhitungan ganda (double counting) yang dapat menyebabkan pendapatan nasional (GDP) Indonesia tampak lebih besar.
Hampir semua para pelaku ekonomi di Indonesia sangat mementingkan pendapatan yang dihasilkan oleh mereka hanya untuk diri mreka sendiri,mereka tidak memikirkan Negara bahkan kadang-kadang mereka merugikan negara.
Menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (GNP)
GNP (Gross National Product) adalah pendapatan nasional yang nilainya di peroleh dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku / sektor ekonomi di Indonesia, yang berwarga negara Indonesia dalam kurun waktu tertentu. Cara memperoleh nilai GNP ini sangat berbeda dengan cara memperoleh GDP, jika GDP dibatasi oleh wilayah, maka GNP dibatasi oleh kewarganegaraan, karena konsep yang dipergunakannya adalah konsep kewarganegaraan, artinya nilai pengeluaran tersebut dihitung dari pelaku ekonomi yang berkewarganegaraan Indonesia saja.












BAB III
PENTUTUP

A. Kesimpulan
Dengan demikian, dari review yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi didunia saat ini telah dirusak oleh pihak-pihak yang menguasai dunia. Pihak tersebut menginginkan penguasaam atas dunia yang akhirnya menjadikan seluruh negara disatukan menjadi satu. Terlepas dari pernyataan tersebut, dalam realitanya ternyata sistem tersebut telah terjadi secara perlahan. Sebuah strategi untuk mempersatukan negara-negara dunia dapat dilihat dari bentuk-bentuk forum kerjasama antara negara seperti WTO, PBB, Uni Eropa, dan lain-lain. Bahkan di Asia Tenggara sendiri dapat dilihat dengan pembentukan forum ASEAN Community 2015. Dari keseluruhan fakta yang telah diungkapkan dalam video tersebut mengingatkan kita bahwa penguasa ekonomi maupun dunia saat ini telah memberikan pengaruh yang banyak bagi perkembangan dunia dari zaman dulu hingga sampai sekarang.

B. Saran
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan–kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.



Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar